28 Mar
SELAMAT DATANG DI KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI PONOROGO SELAMAT DATANG DI KANTOR IMIGRASI KELAS III NON TPI PONOROGO
Home  /  Berita Imigrasi  /  Tiga Gedung Baru Kantor Imigrasi di Jawa Timur Diresmikan Menteri Hukum dan HAM RI Beri Apresiasi Kepada Tiga Pemkab di Jawa Timur

 
KEDIRI – Kanwil Kemenkumham Jatim terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan, pengawasan dan penindakan serta penegakan hukum keimigrasian. Salah satu langkah konkritnya adalah dengan membangun gedung kantor imigrasi (kanim) yang lebih representatif dan futuristik. Selama tahun 2019, tercatat 3 kanim memiliki gedung baru. Gedung baru Kanim Kediri, Ponorogo dan Pamekasan diresmikan Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting pagi ini (23/11). Peresmian yang mengambil tema Immigration Smart Office itu dipusatkan di gedung baru Kanim Kediri. Selain Irjen Kemenkumham, kegiatan tersebut juga dihadiri Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. Para pimpinan tinggi pratama dan madya Kemenkumham di pusat dan wilayah serta forkopimda setempat juga memeriahkan kegiatan seremonial tersebut.

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri dan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Ponorogo yang merupakan Proyek Prioritas Nasional TA. 2019. Sedangkan renovasi secara signifikan juga dilakukan pada gedung Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pamekasan. Wajah baru tiga kanim di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja jajaran dan memberikan kenyamanan bagi pengguna layanan.

Dalam sambutannya, Jhoni menyampaikan sambutan dan pesan dari Menkumham Yasonna H Laoly yang berhalangan hadir. Yasonna, menurut Jhoni, menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam acara peresmian. Yang kedua, Yasonna mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bupati Kediri, Pamekasan dan Ponorogo yang telah menghibahkan tanah, gedung dan sarana serta prasarana lain yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan keimigrasian. “Sebelum berangkat, Bapak Yasonna telepon saya, minta agar dua pesan ini disampaikan dengan sungguh-sungguh.

   

Jhoni melanjutkan, pelayanan publik yang prima telah menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Sesuai paradigma pelayanan publik yang modern. Yaitu harus mengubah dari paradigma yang bertumpu pada kekuasaan, menjadi berorientasi untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik. “Inovasi tidak pernah berhenti kami lakukan. Pembangunan gedung baru ini diharapkan bisa memberikan layanan yang baik untuk Apresiasi diberikan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly kepada 3 Pemerintah Daerah di Jatim. Pemkab Kediri, Ponorogo dan Pamekasan dianggap punya peran penting dalam memajukan dan meningkatkan layanan keimigrasian di Indonesia khususnya Jawa Timur.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Irjen Kemenkumham RI Jhoni Ginting di sela-sela acara “Peresmian Gedung Baru Tiga Kantor Imigrasi Jajaran Kanwil Kemenkumham Jawa Timur” pagi ini (23/1). Pada acara yang dipusatkan di gedung baru Kanim Kelas II Non TPI Kediri itu, Pemkab Kediri diwakili langsung Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan Pemkab Pamekasan diwakili oleh Asisten Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Budi Irianto. Sedangkan perwakilan dari kota reog diserahkan kepada Kakanim Ponorogo.

Dalam sambutannya, Jhoni mengungkapkan bahwa hal ini menjadi bukti sinergi yang baik antara instansi vertikal di pusat dan horizontal di daerah. Sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan selalu akan hadir untuk masyarakat. “Dengan fasilitas yang sudah baik, Menkumham berharap Kanim Kediri bisa menjadi UPT yang berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2020 ini,” terangnya.

Selain itu, Jhoni yang membacakan sambutan Menkumham Yasonna H Laoly, yang lebih penting adalah pegawai yang bekerja di Kanim Kediri, Ponorogo maupun Pamekasan harus memiliki ruh kejujuran. Juga terus meningkatkan sinergitas pimpinan di wilayah yaitu terus bekerjasama dengan baik dengan pemerintah di daerah. “Sehingga masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah itu satu adanya,” terangnya.

Sedangkan Bupati Kediri mengaku sangat senang dengan apresiasi yang telah diberikan kepada pihaknya. Dia sempat berkisah bahwa pihaknya selama ini memang berkomitmen untuk meningkatkan sektor layanan publik. Dia berkisah bahwa sejarah berdirinya Kanim Kediri tidaklah mudah. Tahun 2011 dengan Mulkan Lekat, keberadaannya sangat istimewa. “Masyarakat langsung antusias, terbukti dari luar daerah juga pergi ke Kediri untuk mengurus paspor,” terangnya.

Tema Immigration Smart Office yang dilekatkan dalam acara peresmian gedung baru tiga kanim di jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim hari ini (23/1) nampaknya bukan hanya pepesan kosong. Berbagai peningkatan layanan berbasis teknologi informasi dan hak asasi manusia membuat layanan keimigrasian sangat kekinian. Meski begitu, nuansa lokal juga diberikan untuk membuat pengguna layanan seperti berada di rumah sendiri.

Dari sisi arsitektur, kantor imigrasi yang baru didesain khusus untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna layanan. Nuansa futuristik dipadu dengan kearifan lokal membuat masyarakat lebih nyaman dan merasa berada di rumah sendiri. Seperti yang ada di Kanim Ponorogo, dinding kantor diberi motif bulu merak yang sangat khas kota reog itu. Bahkan, desain yang sangat mewakili identitas kota Ponorogo itu sudah mendapatkan apresiasi dari Pemda Setempat. “Kami ingin mengangkat identitas Ponorogo lewat ciri khas sehingga lebih dikenal dan dibanggakan,” ujar Kakanim Ponorogo, Hendrya Widjaya.

Kesan futuristik ditunjukkan dengan sistem pendingin dan penerangan ruangan telah terkomputasi dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada serta bisa dikontrol dari jarak jauh. Dari segi keamanan, IP Camera telah terpasang di setiap sudut kantor. Dengan teknologi tersebut, pemantauan kondisi kantor bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun melalui smartphone. Begitu juga keberadaan gate barrier yang akan memberikan akses khusus bagi pengguna layanan yang terdaftar saja. “Kartu akses ruang layanan hanya diberikan kepada pemilik nomor antrian, sehingga dapat dipastikan layanan keimigrasian bebas dari pungli dan percaloan,” ujar Kakanim Kediri, Rakha Sukma Purnama.

Disamping itu, kami tidak pernah lelah melakukan inovasi kinerja berbasis teknologi informasi. Berbagai aplikasi telah diciptakan jajaran kami, diantaranya aplikasi “Cek Paspor” untuk memudahkan masyarakat mengetahui status permohonan paspor mandiri. Bagi pemohon yang sedang menunggu paspor diterbitkan, bisa mengetahui status permohonan melalui aplikasi berbasis android. (Humas Kanwil Kemenkumham Jatim)